7 Macam Timbangan dan Kegunaannya yang Harus Anda Tahu

7 Macam Timbangan dan Kegunaannya yang Harus Anda Tahu

Alat ukur atau timbangan merupakan sebuah alat khusus untuk menimbang suatu benda agar bisa dibandingkan beratnya dengan benda lain. Ada banyak macam timbangan dan kegunaannya masing-masing, untuk itu anda perlu mengetahui perbedaan tiap timbangan agar tidak salah menggunakannya.

Alat timbangan bisa memberikan data berat suatu benda secara akurat sehingga anda tidak perlu khawatir ada kesalahan. Meskipun demikian, yang namanya alat juga pasti akan mengalami kerusakan, untuk itu perawatan harus rutin dilakukan agar timbangan tidak cepat rusak.

Baca Juga: 5 Konsep Prewedding di Sawah yang Unik dan menginspirasi

Macam-Macam Timbangan dan Kegunaannya

Tanpa berlama-lama lagi, inilah macam-macam nama timbangan dan kegunaannya:

1. Timbangan Duduk

Timbangan duduk

Yang pertama adalah timbangan duduk, sebuah alat pengukur berat yang biasa digunakan oleh para pekerja di peternakan, pedagang atau penyedia jasa laundry. Jenis timbangan ini juga biasa digunakan di rice mill untuk menimbang berat beras dalam karung.

Kelebihan timbangan duduk adalah kapasitasnya yang bisa mencapai 500 kg. Artinya anda bisa menimbang benda apapun termasuk diri anda di timbangan ini dengan maksimal berat benda 500 kg.

Tapi ada juga timbangan duduk yang kapasitasnya hanya mencapai 50 kg dan 150 kg. Untuk itu anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Kebutuhan timbangan yang besar bisa memilih yang kapasitas maksimal 500 kg serta sebaliknya.

Ciri-ciri utama timbangan duduk adalah ada 4 buah roda besi dan timbangan bandul geser kuningan. Agar lebih jelas, anda dapat mengamati gambar yang telah kami tambahkan diatas.

2. Timbangan Badan

Timbangan Badan

Sudah sangat familiar, ini adalah jenis timbangan yang khusus untuk menimbang berat seseorang. Kegunaannya tentu saja untuk menimbang berat badan seseorang, bukan dua orang atau tiga orang. Alat ini bisa dijadikan acuan apabila anda ingin membandingkan pertambahan/pengurangan berat badan anda atau jika anda mencoba membandingkan berat badan dengan orang lain.

Alat pengukur ini bisa dengan mudah dijumpai di tempat-tempat rumah sakit, puskesmas, bidan dan apotek. Selain berbahan plastik, ada timbangan badan berbahan kaca yang lebih ramping dan ringan.

Perkembangan teknologi telah membuat inovasi hingga ke alat timbangan badan. Salah satunya adalah timbangan badan dilengkapi dengan alat ukur panjang guna mengukur tinggi badan.

3. Timbangan Kodok

Timbangan Kodok

Nama timbangan ini  adalah timbangan kodok. Berdasarkan fungsinya, timbangan kodok digunakan untuk mengukur berat bahan-bahan makanan, rempah, buah-buahan atau yang lainnya. Anda dapat menemukannya dengan mudah di pasar-pasar tradisional.

Para pedagang di pasar tradisional biasa menggunakan timbangan ini untuk menimbang dagangannya.

Untuk menggunakan alat timbangan ini, ada anak batu yang perlu dipakai untuk mengukur berat. Anak batu yang tersedia terdiri dari beberapa ukuran, yakni 50 gr (1/2 ons), 100 gr(1 ons), 200 gr (2 ons), 500 gr (1/2 kg), dan terberat 1000 gr (1 kg). Kapasitas maksimal berat yang ditampung adalah 10 kg.

4. Neraca

Neraca

Ketika hendak mengukur benda yang memiliki massa, yakni banyaknya zat yang terkandung di dalamnya, maka alat ukur yang paling tepat digunakan adalah neraca. Alat ukur ini biasa terdapat di laboratorium dan juga sering digunakan untuk latihan penelitian di ruang lab sekolah.

Dengan menggunakan neraca, anda dapat mengukur massa benda yang sangat ringan yang tidak mungkin ditimbang menggunakan alat ukur biasa. Massa benda yang bisa diukur bisa di tingkat ketelitian 0,01 kg.

Neraca sendiri termasuk dalam sistem mekanik dan juga timbangan digital. Ada berbagai jenis alat ukur Neraca, contohnya neraca Ohaus dan Neraca Pegas. Neraca Ohaus biasa inilah yang biasa terdapat di ruang lab sekolah, sedangkan Neraca Pegas mirip seperti timbangan badan yang dipakai untuk mengukur berat.

5. Timbangan Gantung

Timbangan Gantung

Sesuai namanya, alat ukur ini digunakan dengan cara menggantungkan benda yang hendak ditimbang beratnya. Timbangan Gantung atau Crane Scale bentuknya kecil dan simpel, sehingga mudah dibawa.

Untuk menggunakannya, ada pengait yang terpasang di bagian bawah timbangan ini. Anda tinggal mencantolkan benda di pengait tersebut, maka data berat yang diukur akan terpampang di bagian badannya.

Ada dua jenis Timbangan Gantung yakni versi digital dan manual. Dari segi keakuratannya, versi digital lebih detail dalam menjabarkan data berat benda dibandingkan yang versi manual.

6. Timbangan Emas

Timbangan Emas

Jika anda pernah ke toko emas, di sana pasti ada timbangan khusus yang digunakan untuk menimbang emas maupun logam mulia lainnya. Nah, alat ukur yang digunakan bernama Timbangan Emas.

Macam timbangan ini memiliki data akurasi yang sangat tinggi sehingga sangat kecil kemungkinannya memberikan data yang melenceng. Meskipun namanya Timbangan Emas, tapi juga bisa dipakai untuk mengukur logam mulia lainnya.

7. Timbangan Hewan/Ternak

Timbangan Hewan/Ternak

 Alat ukur satu ini khusus untuk mengukur hewan-hewan yang diternakkan seperti sapi, kerbau dan kambing. Tentu saja kapasitas berat yang bisa ditimbang sangat tinggi antara ratusan kilo hingga per ton.

Cara menggunakannya sangatlah mudah, cukup naikkan hewan ternak ke atas papan timbangan. Kemudian data berat akan muncul. Ada dua versi timbangan ternak yakni digital dan manual. Untuk sekarang yang lebih populer adalah timbangan versi digital.

Jenis-Jenis Timbangan

Berdasarkan prinsip kerjanya, Timbangan dibedakan menjadi 3 jenis:

1. Timbangan Manual

Jenis timbangan satu ini bekerja secara mekanis dengan sistem pegas. Timbangan Manual sudah ada sejak dulu, dan masih saja eksis hingga sekarang. Biasanya timbangan ini menggunakan indikator berupa jarum yang akan menunjukkan ke arah angka berat suatu benda yang ditimbang yang telah terskala.

2. Timbangan Digital

Setelah timbangan manual, muncul lah timbangan yang menunjukkan data yang lebih akurat yakni Timbangan Digital. Jenis timbangan ini telah bekerja secara elektronis dengan sistem pegas. Biasanya data berat benda yang ditimbang akan ditunjukkan menggunakan indikator berupa angka digital yang terpampang pada layar bacaan.

3. Timbangan Hybrid

Terakhir adalah Timbangan Hybrid, salah satu jenis alat ukur yang cara kerjanya menggunakan perpaduan antara Timbangan Manual dan Timbangan Digital. Indikatornya berupa layar digital tapi pada bagian platformnya menggunakan plat mekanik. Jenis timbangan ini biasa digunakan untuk lokasi penimbangan yang tidak memiliki aliran listrik.

Mengetahui nama timbangan dan kegunaannya tentu akan menambah wawasan kita tentang alat ukur ini. Yuk cari tahu semua hal menarik lainnya hanya di NetzLover.com.

Sumber:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/timbangan
https://serviceacjogja.pro/alat-ukur-berat/

Baca Juga: 8 Cara membahagiakan Orang Tua Tanpa Prestasi yang Pasti Berhasil